Mengenai Saya

Foto saya
Rawamangun, Jakarta Timur, Indonesia
cantik, hitam manis, sabar, pengertian, penyanyang, baik hati, toleransi, pendengar yang baik

Kamis, 18 April 2013

Menghitung Hujan,,,,,, 1 - 9


Menghitung tetes demi tetes yang tiada habisnya. Sendirian...
Karena kau tak pernah ada. Karena kau tak pernah sadar. Karena kau selalu tiada.
Tahukah kau setiap hari aku menghitung hujan yang turun?
Menghitung tetes demi tetes, cintaku padamu yang mulai berhamburan
Berhamburan jatuh dan menghilang ditelan bumi.

Jantungku ini berdetak untukmu. Kau dengar itu kekasih?
Setiap degupnya meneriakkan namamu.
Setiap detaknya memanggil-manggil dirimu.
Aku merindukanmu.
Dimanakah kau, kekasih?
Aku rindu menikmati helaan napas dan irama jantung yang berpadu.
Kau dan aku. Satu.

Mencintaimu itu sama seperti bernapas
Terjadi begitu saja, tak tertahankan
Bahkan sebelum aku menyadarinya
Aku sudah jatuh cinta padamu
Dan aku mau menunggu
Aku mau menunggu untukmu
Meskipun itu berarti : Selamanya

Jika cinta itu sama dengan hujan
Maka kaulah tetes air yang mengalir itu
Menerpa tubuhku, Membasahi hatiku
Membuatku mampu bermimpi,
Bahwa mungkin akan ada 'bahagia selamanya" untuk kau disana...

Apakah cinta sejati hanya bisa diartikan dengan debaran pasti?
Apakah cinta sejati bahkan pernah ada?
Jika hati terpaut melintas masa
Dan kata-kata takkan pernah cukup
untuk melepas ragu berpadu rindu
Hadirmu dalam genggam hangat jemari
Sesederhana itu aku mencinta
pun sesulit itu kau menjadi nyata

Aku dan kamu....
Memaafkan keraguan, 
berdansa dengan kepercayaan.
Mengertikan kemelut hati yang tersesat, 
tuk mencari tahu jalan pulang.
Memilih hidup yang hanya satu
Hanya satu, dan selalu begitu
Tak ada ragu
Selalu kembali kepadamu...

semua nyawa mengharap asa yang sama
saat dua hati mulai terbelenggu romansa
menjulang doa ke langit Tuhan
berucap syukur karna cinta

ah dahulu memang cinta sangat bermurah hati padamu, kemudian padaku
cinta...dahulu pernah merangkai jalanmu kepadaku.
hingga sekarangpun.....aku masih tertinggal di masa itu
masih meratap punggungmu berlalu dari ujung mataku
dari hidupku yang entah mengapa....selalu...

Andai engkau tahu betapa ku mencinta
Selalu menjadikanmu isi dalam doaku
Ku tahu tak mudah menjadi yang kau pinta
Ku pasrahkan hatiku, takdir kan menjawabnya
Jika aku bukan jalanmu
Ku berhenti mengharapkanmu
Jika aku memang tercipta untukmu
Ku kan memilikimu, jodoh pasti bertemu 

Hanya dengan menghitung hujan aku mengenangmu.
Hanya dengan menghitung hujan aku mencintaimu.
Tetesannya sebanyak apa yang bisa kucurahkan kepadamu.
Cintaku yang terlalu dalam, semampuku, sekuatku, menghujanimu.

Kalau ada yang berani bertanya seberapa banyaknya cintaku...
Akan kusuruh dia menghitung setiap tetesan hujan yang turun.


IA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar